<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Community Punk Chaos</title>
	<atom:link href="http://rahdejoe.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rahdejoe.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Sep 2008 07:56:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rahdejoe.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Community Punk Chaos</title>
		<link>http://rahdejoe.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rahdejoe.wordpress.com/osd.xml" title="Community Punk Chaos" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rahdejoe.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Punk, Bukan Sekadar Dandanan</title>
		<link>http://rahdejoe.wordpress.com/2008/09/17/punk-bukan-sekadar-dandanan/</link>
		<comments>http://rahdejoe.wordpress.com/2008/09/17/punk-bukan-sekadar-dandanan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 07:56:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahdejoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahdejoe.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Oi&#8230;oi&#8230;oi&#8230; Suatu kali, jika Anda berpapasan dengan salah satu dari kelompok ini, sapa saja mereka dengan kata-kata seperti itu. Niscaya, seseram apapun tampang dan gaya mereka—dalam benak Anda tentunya—mereka pasti akan membalas dengan kata-kata yang sama, malah mungkin dengan bonus senyuman. Jangan heran kalau mereka menunjukkan persahabatan. Kata-kata itu adalah semacam salam persahabatan di kalangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahdejoe.wordpress.com&amp;blog=4711757&amp;post=37&amp;subd=rahdejoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="contentheading" style="padding:3px;"></div>
<p><img class="bbcode" style="float:right;clear:right;margin:0 0 10px 10px;" src="http://www.harian-global.com/e107_images/newspost_images/010307_punk2.jpg" alt="" /> Oi&#8230;oi&#8230;oi&#8230; Suatu kali, jika Anda berpapasan dengan salah satu dari kelompok ini, sapa saja mereka dengan kata-kata seperti itu. Niscaya, seseram apapun tampang dan gaya mereka—dalam benak Anda tentunya—mereka pasti akan membalas dengan kata-kata yang sama, malah mungkin dengan bonus senyuman.</p>
<p><img class="bbcode" style="float:right;clear:right;margin:0 0 10px 10px;" src="http://www.harian-global.com/e107_images/newspost_images/010307_punk1.jpg" alt="" /> Jangan heran kalau mereka menunjukkan persahabatan. Kata-kata itu adalah semacam salam persahabatan di kalangan punker&#8217;s (julukan buat orang-orang yang menganut gaya hidup <span class="searchhighlight">punk</span>). Rambut berwarna-warni berdiri tegak seperti landak—aslinya gaya rambut Indian Mohawk—baju (biasanya bertuliskan band-band kelompok <span class="searchhighlight">punk</span> asing) dan celana <span class="searchhighlight">lusuh</span> sobek-sobek, sepatu boot ala tentara, piercing di mana-mana, tatto dan satu dua orang yang menambahkan eye liner di kelopak mata untuk menambah kesan &#8220;kegelapan&#8221;.</p>
<p><img class="bbcode" style="float:right;clear:right;margin:0 0 10px 10px;" src="http://www.harian-global.com/e107_images/newspost_images/010307_punk3.jpg" alt="" />Berawal pada pertengahan tahun 60-an dan semakin menggema di awal 70-an, musik <span class="searchhighlight">punk</span> mulai dikenal di dunia. Saat itu, band Patti Smith, The Velvet Underground, Dolls of New York (berubah menjadi New York Dolls) mulai menebarkan gaya hidup alternatif yang menjurus bohemian (nomaden) yang berakar pada kebebasan penuh. Mereka juga menebarkan bentuk hiburan baru yang juga bohemian. Tapi semuanya berakar kepada prinsip &#8220;do it yourself&#8221; atau lakukan semuanya sendiri. Musik <span class="searchhighlight">punk</span> terdengar energik, pendek-pendek, agresif, cepat, dengan lirik-lirik penuh kemarahan, protes, anti perang, perlawanan (terutama pada pola hidup konsumtif) dan kadang mengumandangkan perjuangan kelas sosial yang kemudian dikenal dengan musik <span class="searchhighlight">punk</span> rock. Setelah era band-band itu, muncul band-band baru seperti The Ramones, The Talking dan yang melegenda, Sex Pistols.</p>
<p><img class="bbcode" style="float:right;clear:right;margin:0 0 10px 10px;" src="http://www.harian-global.com/e107_images/newspost_images/010307_punk4.jpg" alt="" />Sejak itu, gaya rambut mohawk, pakaian <span class="searchhighlight">lusuh</span> dan pin mempengaruhi banyak band. Dari tempat pertunjukan legendaris CBGB di Lower East Side New York&#8217;s di Amerika Serikat, musik <span class="searchhighlight">punk</span> lalu menyebar dan perlahan berkembang menjadi gaya hidup dan bahkan sebagai way of life.</p>
<p><span class="searchhighlight">Punk</span> akhirnya juga sampai ke Medan pada awal 90-an. Awalnya, cuma segelintir orang yang menganutnya, lama-kelamaan jumlahnya sudah ratusan. Biasanya, mereka akan terkonsentrasi pada acara-acara musik, terutama musik underground. Saat pertunjukan musik seperti itu, biasanya mereka menunjukkan gaya khas dengan bergoyang pogo dan moshing (tarian mengikuti alur musik sambil membenturkan tubuh satu dengan lainnya). Meski terlihat keras, namun biasanya semua berakhir damai. Peace…</p>
<p>Mereka bisa berasal dari mana saja, bahkan mungkin dari tempat yang tak pernah Anda bayangkan. Namun, sehari-harinya perempatan jalanan adalah rumah mereka. Dengan gitar dan ukulele, mereka mencoba menghibur orang-orang yang terjebak di lampu merah. Malamnya, mereka melanjutkan ngamen di tempat-tempat makan.</p>
<p>Saat semakin malam, mereka berteduh di emperan-emperan rumah toko untuk tidur. Esoknya, kehidupan yang sama kembali terulang dan mesti dijalani lagi, seperti Sisifus yang dikutuk.</p>
<p>Foto: Daenk Haryono<br />
Teks: Denny Sitohang<br />
Oleh <a class="news_author" href="http://www.harian-global.com/user.php?id.7">Redaksi Web</a> &#8211; Thursday 01 March 2007 &#8211; 12:08:00</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahdejoe.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahdejoe.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahdejoe.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahdejoe.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahdejoe.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahdejoe.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahdejoe.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahdejoe.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahdejoe.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahdejoe.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahdejoe.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahdejoe.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahdejoe.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahdejoe.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahdejoe.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahdejoe.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahdejoe.wordpress.com&amp;blog=4711757&amp;post=37&amp;subd=rahdejoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahdejoe.wordpress.com/2008/09/17/punk-bukan-sekadar-dandanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ce5b1a62c29c3a8a395af4a33213addd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahdejoe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.harian-global.com/e107_images/newspost_images/010307_punk2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harian-global.com/e107_images/newspost_images/010307_punk1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harian-global.com/e107_images/newspost_images/010307_punk3.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harian-global.com/e107_images/newspost_images/010307_punk4.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PUNK</title>
		<link>http://rahdejoe.wordpress.com/2008/09/05/punk/</link>
		<comments>http://rahdejoe.wordpress.com/2008/09/05/punk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 03:49:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahdejoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahdejoe.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahdejoe.wordpress.com&amp;blog=4711757&amp;post=26&amp;subd=rahdejoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rahdejoe.files.wordpress.com/2008/09/anarcho-punk.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-34" title="anarcho-punk" src="http://rahdejoe.files.wordpress.com/2008/09/anarcho-punk.jpg?w=289&#038;h=278" alt="" width="289" height="278" /></a><strong>Punk</strong> merupakan sub-budaya yang lahir di <a title="London" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/London">London</a>, <a title="Inggris" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Inggris">Inggris</a>. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan <a title="Skinhead" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Skinhead">skinhead</a>. Namun, sejak tahun <a title="1980-an" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/1980-an">1980-an</a>, saat punk merajalela di <a title="Amerika" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Amerika">Amerika</a>, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti <a title="Musik" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Musik">jenis musik</a> atau genre yang lahir di awal tahun <a title="1970-an" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/1970-an">1970-an</a>. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek <a title="Sosial" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Sosial">sosial</a> dan <a title="Politik" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Politik">politik</a>.</p>
<p>Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh <a title="Politik" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Politik">politik</a> yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun terkadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.</p>
<p>Banyak yang menyalahartikan punk sebagai <em>glue sniffer</em> dan perusuh karena di <a title="Inggris" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Inggris">Inggris</a> pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti <a title="Bir" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Bir">bir</a> yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.</p>
<p>Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut <em>mohawk</em> ala suku <a class="mw-redirect" title="Indian" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Indian">indian</a>, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.</p>
<p>Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan <em><a class="new" title="Do it yourself (belum dibuat)" href="http://rahdejoe.wordpress.com/w/index.php?title=Do_it_yourself&amp;action=edit&amp;redlink=1">we can do it ourselves</a></em>. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, <a title="Ideologi" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Ideologi">ideologi</a>, <a title="Sosial" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Sosial">sosial</a> dan bahkan masalah <a title="Agama" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Agama">agama</a>.</p>
<table id="toc" class="toc" border="0" summary="Daftar isi">
<tbody>
<tr>
<td>
<div id="toctitle">
<h2>Daftar isi</h2>
<p><span class="toctoggle">[<a id="togglelink" class="internal" href="toggleToc()">sembunyikan</a>]</span></div>
<ul>
<li class="toclevel-1"><a href="http://rahdejoe.wordpress.com/wp-admin/#Gaya_hidup_dan_Ideologi"><span class="tocnumber">1</span> <span class="toctext">Gaya hidup dan Ideologi</span></a>
<ul>
<li class="toclevel-2"><a href="http://rahdejoe.wordpress.com/wp-admin/#Punk_dan_Anarkisme"><span class="tocnumber">1.1</span> <span class="toctext">Punk dan Anarkisme</span></a></li>
</ul>
</li>
<li class="toclevel-1"><a href="http://rahdejoe.wordpress.com/wp-admin/#Punk_di_Indonesia"><span class="tocnumber">2</span> <span class="toctext">Punk di Indonesia</span></a></li>
<li class="toclevel-1"><a href="http://rahdejoe.wordpress.com/wp-admin/#Lihat_pula"><span class="tocnumber">3</span> <span class="toctext">Lihat pula</span></a></li>
<li class="toclevel-1"><a href="http://rahdejoe.wordpress.com/wp-admin/#Pranala_luar"><span class="tocnumber">4</span> <span class="toctext">Pranala luar</span></a></li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><a id="Gaya_hidup_dan_Ideologi" name="Gaya_hidup_dan_Ideologi"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Gaya hidup dan Ideologi" href="http://rahdejoe.wordpress.com/w/index.php?title=Punk&amp;action=edit&amp;section=1">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Gaya hidup dan Ideologi</span></h2>
<dl>
<dd><em>Psikolog brilian asal <a title="Rusia" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Rusia">Rusia</a>, <a class="new" title="Pavel Semenov (belum dibuat)" href="http://rahdejoe.wordpress.com/w/index.php?title=Pavel_Semenov&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pavel Semenov</a>, menyimpulkan bahwa manusia memuaskan kelaparannya akan pengetahuan dengan dua cara. Pertama, melakukan penelitian terhadap lingkungannya dan mengatur hasil penelitian tersebut secara rasional (sains). Kedua, mengatur ulang lingkungan terdekatnya dengan tujuan membuat sesuatu yang baru (seni).</em> </dd>
</dl>
<p>Dengan definisi diatas, punk dapat dikategorikan sebagai bagian dari dunia <a title="Seni" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Seni">kesenian</a>. Gaya hidup dan pola pikir para pendahulu punk mirip dengan para pendahulu gerakan seni <a class="new" title="Avant-garde (belum dibuat)" href="http://rahdejoe.wordpress.com/w/index.php?title=Avant-garde&amp;action=edit&amp;redlink=1">avant-garde</a>, yaitu dandanan <em>nyleneh</em>, mengaburkan batas antara idealisme seni dan kenyataan hidup, memprovokasi audiens secara terang-terangan, menggunakan para penampil (<em>performer</em>) berkualitas rendah dan mereorganisasi (atau mendisorganisasi) secara drastis kemapanan gaya hidup. Para penganut awal kedua aliran tersebut juga meyakini satu hal, bahwa hebohnya penampilan (<em>appearances</em>) harus disertai dengan hebohnya pemikiran (<em>ideas</em>).</p>
<p>Punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi <a title="Rock" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Rock">rock</a> kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti <a title="The Beatles" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/The_Beatles">The Beatles</a>, <a title="Rolling Stone" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Rolling_Stone">Rolling Stone</a>, dan <a title="Elvis Presley" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Elvis_Presley">Elvis Presley</a>. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat.</p>
<p>Akibatnya punk dicap sebagai musik <a class="new" title="Rock n’ roll (belum dibuat)" href="http://rahdejoe.wordpress.com/w/index.php?title=Rock_n%E2%80%99_roll&amp;action=edit&amp;redlink=1">rock n’ roll</a> aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka.</p>
<p>Gaya hidup ialah relatif tidak ada seorangpun memiliki gaya hidup sama dengan lainnya. Ideologi diambil dari kata &#8220;ideas&#8221; dan &#8220;logos&#8221; yang berarti buah pikiran murni dalam kehidupan. Gaya hidup dan ideologi berkembang sesuai dengan tempat, waktu dan situasi maka punk kalisari pada saat ini mulai mengembangkan proyek &#8220;jor-joran&#8221; yaitu manfaatkan media sebelum media memanfaatkan kita. Dengan kata lain punk berusaha membebaskan sesuatu yang membelenggu pada zamannya masing-masing.</p>
<p><a id="Punk_dan_Anarkisme" name="Punk_dan_Anarkisme"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Punk dan Anarkisme" href="http://rahdejoe.wordpress.com/w/index.php?title=Punk&amp;action=edit&amp;section=2">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Punk dan Anarkisme</span></h3>
<dl>
<dd><em>Lihat juga <a title="Anarko-punk" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Anarko-punk">Anarko-punk</a></em> </dd>
</dl>
<p>Kegagalan <a class="new" title="Reaganomic (belum dibuat)" href="http://rahdejoe.wordpress.com/w/index.php?title=Reaganomic&amp;action=edit&amp;redlink=1">Reaganomic</a> dan kekalahan Amerika Serikat dalam <a title="Perang Vietnam" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Perang_Vietnam">Perang Vietnam</a> di tahun <a title="1980-an" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/1980-an">1980-an</a> turut memanaskan suhu dunia punk pada saat itu. Band-band punk gelombang kedua (<a title="1980" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/1980">1980</a>-<a title="1984" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/1984">1984</a>), seperti <a title="Crass" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Crass">Crass</a>, <a class="new" title="Conflict (belum dibuat)" href="http://rahdejoe.wordpress.com/w/index.php?title=Conflict&amp;action=edit&amp;redlink=1">Conflict</a>, dan <a class="new" title="Discharge (belum dibuat)" href="http://rahdejoe.wordpress.com/w/index.php?title=Discharge&amp;action=edit&amp;redlink=1">Discharge</a> dari <a title="Inggris" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Inggris">Inggris</a>, The Ex dan BGK dari <a title="Belanda" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Belanda">Belanda</a>, MDC dan <a title="Dead Kennedys" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Dead_Kennedys">Dead Kennedys</a> dari Amerika telah mengubah kaum punk menjadi pemendam jiwa pemberontak (<em>rebellious thinkers</em>) daripada sekadar pemuja rock n’ roll. Ideologi <a title="Anarkisme" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Anarkisme">anarkisme</a> yang pernah diusung oleh band-band punk gelombang pertama (<a title="1972" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/1972">1972</a>-<a title="1978" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/1978">1978</a>), antara lain <a title="Sex Pistols" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Sex_Pistols">Sex Pistols</a> dan <a class="new" title="The Clash (belum dibuat)" href="http://rahdejoe.wordpress.com/w/index.php?title=The_Clash&amp;action=edit&amp;redlink=1">The Clash</a>, dipandang sebagai satu-satunya pilihan bagi mereka yang sudah kehilangan kepercayaan terhadap otoritas negara, masyarakat, maupun industri musik.</p>
<p>Di Indonesia, istilah <a class="mw-redirect" title="Anarki" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Anarki">anarki</a>, <a title="Anarkis" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Anarkis">anarkis</a> atau anarkisme digunakan oleh <a title="Media massa" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Media_massa">media massa</a> untuk menyatakan suatu tindakan perusakan, perkelahian atau kekerasan massal. Padahal menurut para pencetusnya, yaitu <a title="William Godwin" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/William_Godwin">William Godwin</a>, <a title="Pierre-Joseph Proudhon" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Pierre-Joseph_Proudhon">Pierre-Joseph Proudhon</a>, dan <a title="Mikhail Bakunin" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Mikhail_Bakunin">Mikhail Bakunin</a>, anarkisme adalah sebuah ideologi yang menghendaki terbentuknya masyarakat tanpa negara, dengan asumsi bahwa negara adalah sebuah bentuk kediktatoran legal yang harus diakhiri.</p>
<p>Negara menetapkan pemberlakuan hukum dan peraturan yang sering kali bersifat pemaksaan, sehingga membatasi warga negara untuk memilih dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. Kaum anarkis berkeyakinan bila dominasi negara atas rakyat terhapuskan, hak untuk memanfaatkan kekayaan alam dan sumber daya manusia akan berkembang dengan sendirinya. Rakyat mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanpa campur tangan negara.</p>
<p>Kaum punk memaknai anarkisme tidak hanya sebatas pengertian politik semata. Dalam keseharian hidup, anarkisme berarti tanpa aturan pengekang, baik dari masyarakat maupun perusahaan rekaman, karena mereka bisa menciptakan sendiri aturan hidup dan perusahaan rekaman sesuai keinginan mereka. Punk etika semacam inilah yang lazim disebut <a class="new" title="Do it yourself (belum dibuat)" href="http://rahdejoe.wordpress.com/w/index.php?title=Do_it_yourself&amp;action=edit&amp;redlink=1">DIY</a> (<em>do it yourself/lakukan sendiri</em>).</p>
<p>Keterlibatan kaum punk dalam ideologi anarkisme ini akhirnya memberikan warna baru dalam ideologi anarkisme itu sendiri, karena punk memiliki ke-<em>khas</em>an tersendiri dalam gerakannya. Gerakan punk yang mengusung anarkisme sebagai ideologi lazim disebut dengan gerakan <a title="Anarko-punk" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Anarko-punk">Anarko-punk</a>.</p>
<p><a id="Punk_di_Indonesia" name="Punk_di_Indonesia"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Punk di Indonesia" href="http://rahdejoe.wordpress.com/w/index.php?title=Punk&amp;action=edit&amp;section=3">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Punk di Indonesia</span></h2>
<p>Berbekal etika DIY, beberapa komunitas punk di kota-kota besar di Indonesia seperti <a class="mw-redirect" title="Jakarta" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Jakarta">Jakarta</a>, <a class="mw-redirect" title="Bandung" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Bandung">Bandung</a>, <a class="mw-redirect" title="Yogyakarta" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Yogyakarta">Yogyakarta</a>, dan <a title="Malang" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Malang">Malang</a> merintis usaha rekaman dan distribusi terbatas. Mereka membuat label rekaman sendiri untuk menaungi band-band sealiran sekaligus mendistribusikannya ke pasaran. Kemudian usaha ini berkembang menjadi semacam toko kecil yang lazim disebut <a title="Distro" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Distro">distro</a>.</p>
<p>CD dan kaset tidak lagi menjadi satu-satunya barang dagangan. Mereka juga memproduksi dan mendistribusikan t-shirt, aksesori, buku dan majalah, poster, serta jasa <a class="new" title="Tindik (belum dibuat)" href="http://rahdejoe.wordpress.com/w/index.php?title=Tindik&amp;action=edit&amp;redlink=1">tindik</a> (<em>piercing</em>) dan <a class="new" title="Tatoo (belum dibuat)" href="http://rahdejoe.wordpress.com/w/index.php?title=Tatoo&amp;action=edit&amp;redlink=1">tatoo</a>. Seluruh produk dijual terbatas dan dengan harga yang amat terjangkau. Dalam kerangka filosofi punk, distro adalah implementasi perlawanan terhadap perilaku konsumtif anak muda pemuja <a class="new" title="Levi’s (belum dibuat)" href="http://rahdejoe.wordpress.com/w/index.php?title=Levi%E2%80%99s&amp;action=edit&amp;redlink=1">Levi’s</a>, <a title="Adidas" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Adidas">Adidas</a>, <a class="mw-redirect" title="Nike" href="http://rahdejoe.wordpress.com/wiki/Nike">Nike</a>, <a class="new" title="Calvin Klein (belum dibuat)" href="http://rahdejoe.wordpress.com/w/index.php?title=Calvin_Klein&amp;action=edit&amp;redlink=1">Calvin Klein</a>, dan barang bermerek luar negeri lainnya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahdejoe.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahdejoe.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahdejoe.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahdejoe.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahdejoe.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahdejoe.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahdejoe.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahdejoe.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahdejoe.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahdejoe.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahdejoe.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahdejoe.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahdejoe.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahdejoe.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahdejoe.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahdejoe.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahdejoe.wordpress.com&amp;blog=4711757&amp;post=26&amp;subd=rahdejoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahdejoe.wordpress.com/2008/09/05/punk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ce5b1a62c29c3a8a395af4a33213addd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahdejoe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rahdejoe.files.wordpress.com/2008/09/anarcho-punk.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">anarcho-punk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konser musik Punk Rock Klasik se Jawa-Bali</title>
		<link>http://rahdejoe.wordpress.com/2008/09/05/anarcho-punk/</link>
		<comments>http://rahdejoe.wordpress.com/2008/09/05/anarcho-punk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 02:43:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahdejoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahdejoe.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Press Release Konser musik Punk Rock Klasik se Jawa-Bali BALI SKINHEAD JAMBORE INDONESIA BERSATU &#8212;Konser musik Punk Rock Klasik se Jawa-Bali&#8212; Denpasar &#8211; Bali Sebuah konser musik bertajuk &#8221; BALI SKINHEAD JAMBORE &#8211; INDONESIA BERSATU&#8221; akan digelar di Kuta tanggal 20 Mei mendatang. Selain untuk menyatukan komunitas skinhead ( pengusung musik Oi! Punk Rock Klasik) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahdejoe.wordpress.com&amp;blog=4711757&amp;post=16&amp;subd=rahdejoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rahdejoe.files.wordpress.com/2008/09/grab1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-31" title="grab1" src="http://rahdejoe.files.wordpress.com/2008/09/grab1.jpg?w=177&#038;h=160" alt="" width="177" height="160" /></a>Press Release<br />
Konser musik Punk Rock Klasik se Jawa-Bali</p>
<p>BALI SKINHEAD JAMBORE INDONESIA BERSATU<br />
&#8212;Konser musik Punk Rock Klasik se Jawa-Bali&#8212;</p>
<p>Denpasar &#8211; Bali</p>
<p>Sebuah konser musik bertajuk &#8221; BALI SKINHEAD JAMBORE &#8211; INDONESIA BERSATU&#8221; akan<br />
digelar di Kuta tanggal 20 Mei mendatang. Selain untuk menyatukan komunitas<br />
skinhead ( pengusung musik Oi! Punk Rock Klasik) se-Indonesia, konser ini juga<br />
digelar untuk membangkitkan rasa nasionalisme khususnya di kalangan generasi<br />
muda.</p>
<p>Konser yang berlangsung di hari Kebangkitan Nasional ini dimeriahkan beberapa<br />
band Oi! dari di Jawa-Bali seperti The End (Jakarta), Plester-X (Surabaya), No<br />
Mans Land, Botol, Prussian Gestapoe (Malang), serta beberapa band Punk &amp; Metal<br />
Oi! lokal  Bali seperti The Stomper, The Resistance, Revolusi, The Nipple, Rest<br />
N Chy, Super Mario dan The Bois.</p>
<p>Selain membawakan lagu-lagu ciptaan sendiri, grup band Oi! yang tampil juga<br />
akan membawakan beberapa lagu-lagu band Oi! legendaris seperti Sham69, The<br />
Business, Cock Sparrer, Manace, The Templars, On File, Blitz dan beberapa grup<br />
Band Oi! legendaris lainnya.</p>
<p>Menurut salah satu panitia konser Bali Skinhead Jambore, I Ketut Adi Sutrisna,<br />
Konser ini dilatarbelakangi pemikiran adanya berbagai peristiwa di indonesia<br />
yang mengarah pada disintegrasi bangsa, seperti kasus Aceh, Papua dan beberapa<br />
provinsi lainnya yang berujung pada keinginan untuk keluar dari Negara Kesatuan<br />
Republik Indonesia (NKRI). &#8220;melalui konser ini kita berharap rasa nasionalisme<br />
kaum muda bisa dibangkitkan dan semakin mencintai tanah air Indonesia,&#8221; kata<br />
pria yang akrab dipanggil Centong ini.</p>
<p>Centong menambahkan, format  konser Punk Rock Klasik atau Oi! musik dipilih<br />
dengan harapan pesan yang ingin disampaikan lebih cepat diterima kalangan muda.<br />
Selain itu ajang ini juga untuk mempersatukan komunitas Skinhead (pengusung dan<br />
pecinta musik Punk Rock Klasik) di Indonesia yang selama ini eksistensinya<br />
tidak begitu terlihat. Selain untuk memupuk rasa nasionalisme konser Bali<br />
Skinhead Jambore ini juga memberikan pesan bagi kalangan generasi muda untuk<br />
selalu bekerja keras, solidaritas antar sesama manusia untuk mencapai kehidupan<br />
yang lebih baik.</p>
<p>Kata Skinhead dalam konteks ini  menurut salah satu panitia acara ini lebih<br />
berkonotasi positif yakni komunitas yang perduli pada masalah sosial serta<br />
menjunjung tinggi solidaritas atau persaudaraan. Skinhead merujuk kepada para<br />
pengikut budaya musik Punk Rock Klasik yang rambutnya dipangkas botak atau<br />
gundul. Meskipun Skinhead banyak diasosiasikan dengan kelompok orang-orang yang<br />
rasis dan Neo-Nazi, namun Skinhead yang sebenarnya tidaklah Neo-Nazi. Pada<br />
awalnya Skinhead adalah kaum tertindas dari kelas pekerja, utamanya buruh<br />
pelabuhan dan buruh pabrik,&#8221; jelasnya Konser ini akan berlangsung di Jak Resto<br />
Kuta selama sehari dan merupakan hasil kerjasama RumahMedia.com selaku event<br />
organizer dan komunitas Denpasar Punk NSkin. Komunitas Oi! dari luar Bali sudah<br />
menyambut antusias dan menyatakan ketertarikannya untuk bisa hadir di event<br />
ini,&#8221; kata centong</p>
<p>Sejarah Skinhead</p>
<p>Pertama orang mendengar kata Oi! pasti identik dengan skinhead dan skinhead<br />
identik dengan rasis. Jadi, Oi! adalah musik rasis. Salah besar ! Dari dulunya<br />
juga skinhead nggak rasis. Budaya ini mulai dengan masuknya imigran Jamaika ke<br />
Inggris. Cara berpakaian skinhead diadopsi dari rude boys (inget SKA) dan Mods,<br />
tapi dengan tampilan yang lebih Tough dan Rough.</p>
<p>Oi! berarti hello dalam aksen cockney di Inggris. Oi! musik bermula di akhir<br />
70-an setelah kemunculan punk rock. Ketika gelombang pertama punk menyerang,<br />
band seperti Cron Gen, X-Ray Spex, On File, Sham69, The Business dan Cock<br />
Sparrer sudah bernyanyi tentang hidup di jalanan di saat Sex Pistols mencoba<br />
memulai &#8220;Anarchy In the UK&#8221;. Lalu reality punk atau street punk dimulai dengan<br />
Sham69 dan Cock Sparrer, seperti juga Slaughter and The Dogs juga Menace.</p>
<p>Ketika era 80-an menyerang dan punk rock mendapatkan nafas baru, Oi! menjadi<br />
bagian yang solid dari movement itu (terima kasih untuk Garry Bushell, penulis<br />
di Sounds, koran musik di Inggris). Garry percaya bahwa punk rock adalah musik<br />
protes dan mengumpulkan semua street punk band di bawah bendera Oi! seperti The<br />
Business, The 4-skins, Combat 84, Infa Riot, dan The Last Resort menyerbu punk<br />
scene dengan jenis realita mereka.</p>
<p>Musik Oi! mulai meredup di akhir 80-an dan di Amerika, hardcore adalah musik<br />
yang didengar oleh Skinhead. Dapat dikatakan bahwa musik Oi! bukan hanya<br />
musiknya Skinhead. Musik Oi! adalah musik untuk semua orang yang berjalan di<br />
jalanan kota dan melihat rendah pada kaum tertindas dapat dihubungkan dengan<br />
Oi!. Semua orang yang bekerja sepanjang hari sebagai budak gaji dapat<br />
dihubungkan dengan Oi!. Semua orang yang selalu merasa ada persamaan hak juga<br />
dapat dihubungkan dengan Oi!. Dan ingat, Oi! bukan musik rasis. Musik Oi! tidak<br />
memandang perbedaan ras, warna dan kepercayaan.</p>
<p>Lirik-lirik dalam Oi! cenderung bercerita tentang anti-rasis/fasis, hidup<br />
sebagai skinhead, protes, kelas pekerja, kebersamaan, sepak bola, bir dan<br />
sedikit violence ! Pendengar musik ini selain Skinhead juga ada punks, rude<br />
boys, ska, mods dan herberts. Yang dimaksud dengan Herberts adalah orang-orang<br />
yang suka dengan Oi!  tapi bukan skinhead atau punks. Mereka hanya orang-orang<br />
biasa yang cinta  dengan Musik Oi!.</p>
<p>Di  Indonesia, Musik Oi! Sudah dikenal mulai tahu 90-an. Ketika terjadi booming<br />
Ska di Indonesia, bermunculan banyak Skinhead, entah mereka hanya possers,<br />
trendy wankers ataupun a true SKINHEAD itselfs. Seiring dengan &#8220;mati&#8221;-nya tren<br />
ska karena dihantam secara dahsyat oleh major label, maka menghilang pulalah<br />
Skinhead. Tapi ingat, setiap hilangnya suatu tren bukan berarti hilang pula<br />
kultur atau budaya yang tercipta atau terbawa oleh trend tersebut.</p>
<p>Walaupun sedikit, tapi Skinhead di Indonesia tetap bersatu dan bertambah banyak<br />
komunitasnya. Ada beberapa organisasi Skinhead di dunia yang masuk ke<br />
Indonesia. Antara lain adalah Red And Anarchist Skinhead dan Skinhead Against<br />
Racial Prejudice.</p>
<p>Informasi selengkapnya : www.baliskinheadjambore.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahdejoe.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahdejoe.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahdejoe.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahdejoe.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahdejoe.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahdejoe.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahdejoe.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahdejoe.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahdejoe.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahdejoe.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahdejoe.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahdejoe.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahdejoe.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahdejoe.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahdejoe.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahdejoe.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahdejoe.wordpress.com&amp;blog=4711757&amp;post=16&amp;subd=rahdejoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahdejoe.wordpress.com/2008/09/05/anarcho-punk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ce5b1a62c29c3a8a395af4a33213addd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahdejoe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rahdejoe.files.wordpress.com/2008/09/grab1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">grab1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah anak punk</title>
		<link>http://rahdejoe.wordpress.com/2008/09/03/kisah-anak-punk/</link>
		<comments>http://rahdejoe.wordpress.com/2008/09/03/kisah-anak-punk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 11:54:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahdejoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahdejoe.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Anak Punk Ga Selalu Reseh..! Jangan selalu mencap miring anak punk, kalo belon dekat. Mereka emang cuek, tapi juga tau diri. Kenapa mesti berpakaian lusuh? “Awas anak punk!” Peringatan kayak gitu masih sering terdengar begitu melihat segerombolan anak punk di jalan. Maklum, penampilan anak punk emang bikin “keder” banyak orang. Jaket lusuh yang dipenuhi emblem, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahdejoe.wordpress.com&amp;blog=4711757&amp;post=3&amp;subd=rahdejoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rahdejoe.files.wordpress.com/2008/09/punk.jpg"><img class="alignleft size-large wp-image-13" src="http://rahdejoe.files.wordpress.com/2008/09/punk.jpg?w=262&#038;h=247" alt="" width="262" height="247" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Anak Punk Ga Selalu Reseh..!</strong></p>
<p style="text-align:left;">Jangan selalu mencap miring anak punk, kalo belon dekat. Mereka emang cuek, tapi juga tau diri. Kenapa mesti berpakaian lusuh?</p>
<p style="text-align:left;">“Awas anak punk!” Peringatan kayak gitu masih sering terdengar begitu melihat segerombolan anak punk di jalan. Maklum, penampilan  anak punk emang bikin “keder” banyak orang. Jaket lusuh yang dipenuhi emblem, sepatu boots Doc Mart, celana panjang ketat, spike (gelang berjeruji) di tangan, rambut tajamnya yang bergaya mohawk (mohak) bikin punkers terkesan garang.</p>
<p style="text-align:left;">Bukan hanya penampilan yang membuat imej punk jadi “lain” dari komunitas remaja kebanyakan, tapi juga tingkah mereka. Bergerombol di jalan, kadang sampe pagi, dan kadang suka terlibat tawuran. Maka, kompletlah punk kena cap sebagai komunitas yang bermasalah. Padahal, apa sebenernya anak punk kayak gitu? Tukang bikin rusuh?</p>
<p style="text-align:left;">“Salah banget kali, orang-orang ngelihat kita kayak sampah masyarakat. Mereka yang mikir begitu, sebenarnya nggak tau apa-apa tentang kita,” kata Oscar, salah satu anak punk Jakarta Timur (Sorry, musti pake’ nama samaran).</p>
<p style="text-align:left;">Menurut Oscar, penampilan punk yang lusuh bukan berarti kelakuan mereka juga minus. Apalagi penampilan kayak gitu udah menjadi cirri khas punk. Mungkin kelihatan lusuh, dekil, kayak orang aneh, tapi kita nggak pernah ngelakuin tidak criminal kayak maling. “Kalo ada anak punk yang malak, dia nggak ngerti arti punk sebenarnya. Mungkin cuma dandanan luar doang yang punk, dalemnya nggak tau apa-apa,” tambah cowok berusia 16 tahun ini serius.</p>
<p style="text-align:left;">Tapi nggak bisa dipungkiri, penampilan, penampilan punk yang sering kelihatan lusuh nggak terlepas dari sejarah kelahiran punk itu sendiri. Menurut Oscar, punk lahir di jalanan, dari orang-orang yang tertindas kayak gembel, buruh dan gelandangan yang benci sama kapitalis di Eropa. Mereka benci ama orang kaya yang serakah dan penindas orang miskin.</p>
<p style="text-align:left;">“Mereka akhirnya terbuang, sampe terus bikin komunitas sendiri. Tapi, kalo lantas dianggap kriminal, ya salah. Punk malah punya jiwa sosial dan solidaritas yang tinggi, terutama buat kelompoknya. Mereka juga memihak rakyat kecil,” jelas Oscar panjang lebar.</p>
<p style="text-align:left;">BANYAK ALIRAN</p>
<p style="text-align:left;">Penampilan seperti itu, juga diikutin abis ama anak punk di Indonesia. Tapi, bukan karena semata karena penampilan yang bikin banyak remaja tertarik masuk kedalam komunitas punk, melainkan karena motto anak punk itu sendiri. Equality (persamaan hak) misalnya, termasuk yang bikin banyak remaja jatuh hati.</p>
<p style="text-align:left;">“Tadinya aku juga nggak suka ama anak punk, tapi begitu aku coba gaul ama mereka, aku jadi tertarik. Mereka mementingkan kebersamaan dalam segala hal, prinsip itu yang nggak aku temuin di komunitas lain,” cerita Ricky (bukan nama sebenarnya) yang udah jadi anak punk sejak duduk di kelas I SMP.</p>
<p style="text-align:left;">Ricky makin jatuh hati ketika ia merasa cocok ama musik khas anak punkyang underground. Udah gitu lewat jalur indie label, cowok yang duduk di kelas II SMP ini merasa bebas berkreasi .Nggak bakal kena pengaruh ama perusahaan rekaman yang cenderung komersil. Pokoknya ia merasa bebas.</p>
<p style="text-align:left;">Tapi, diakui Ricky, begitu gabung ama komunitas punk, gaya hidupnya berubah berubah. Dandanan udah pasti. Selain itu, ia jarang di rumah. Biasanya nongkrong ama sesama anak punk. Kadang sampe pagi, terutama kalo hari libur. Pas nongkrong, biasanya mereka ngobrol dan berdiskusi tentang musik atau komunitas punk. Nggak jarang, mereka sering bertandang ke komunitas punk di tempat lain.</p>
<p style="text-align:left;">“Itu jadi semacam ‘kegiatan’ wajib. Selain bisa tau info baru tentang punk, kita juga bisa nambah temen baru,” tukas Ricky</p>
<p style="text-align:left;">Kegiatan lain, apalagi kalo bukan festival band underground yang biasanya digelar tiap Minggu. Gedung Olah Raga (GOR) biasanya paling sering dipakai buat acara mereka₪ Akibatnya, ada yang menganggap anak punk identik ama GOR. Di Jakarta ada di Bulungan, Youth Centre, dan Planet Senen. Termasuk GOR di Bekasi dan GOR Saparua di Bandung. Asal tau aja GOR dipilih bukan karena mereka nggak mampu menyewa tempat yang lebih mahal buat konser.</p>
<p style="text-align:left;">“Kalo kita mau, kita bisa kok bikin acara di kafe. Persoalannya, cuma di GOR kita bisa bebas dan imejnya nggak komersil,” tambah Ricky.</p>
<p style="text-align:left;">MEMILIH GEMBEL</p>
<p style="text-align:left;">Maklum aja kalo mereka ogah main di kafe yang serba glamor. Karena, hampir sama dengan punk di nagri, punk di Indonesia juga antikomersil, antikapitalis, dan anti keglamoran. Meski begitu, bukan berarti anak punk miskin semua. Banyak kok anak punk yang berasal dari rumah gedongan Tapi kesehariannya, mereka tetap berpenampilan lusuh.</p>
<p style="text-align:left;">“Banyak anak punk yang kelihatan di konser – konser itu, sebenernya anak orang kaya, lho! Rumahnya gedongan. Tapi, mereka melepas semua itu dengan pake kostum gembel yang tak terawat, supaya jadi punk. Mereka malah malu kalo kelihatan gaya,” cerocos Oscar.</p>
<p style="text-align:left;">Bukti lain kalo anak punk cukup berduit, dengan seringnya bikin konser. Nah, segala biaya itu ditanggung ama mereka sendiri. Misalnya geng A bikin acara, semua anggotanya patungan. Mulai dari sewa gedung, bikin leaflet, sampe sewa alat segala. Udah gitu, yang nonton juga dikutip bayaran, biasanya sekitar 10 ribu perak. Ini kebersamaan juga, kita menghargai yang bikin acara, mereka juga ngelakuin yang sama. Jadi anak punk itu hobinya bukan gratisan!” tambah Ricky.</p>
<p style="text-align:left;">Nah, kebersamaan seperti itulah yang bikin anak punk tetap kompak. Emang sih kadang ada yang suka “bandel”. Misalnya, ada yang suka bikin keributan dan membenci kelompok tertentu. Kalo udah gini, kamu nggak bisa mengartikan anak punk semuanya kayak gitu. Karena di dalam punk itu sendiri, banyak alirannya. Bukan cuma musiknya, tapi juga ciri khas lain. Misalnya punk street dan punk rock yang hobinya nongkrong di jalanan.</p>
<p style="text-align:left;">POLITIK DAN GAYA</p>
<p style="text-align:left;">Ada juga kelompok lain yang sodaraan ama punk, yaitu skinheads. Aliran yang “berkiblat” ama Nazi ini konon lebih brutal dan rasis (benci ama kelompok tertentu) disbanding punk lainnya. Di negara asalnya, kelompok yang biasanya disebut skinheads Nazi ini memang sangat berbahaya. Tapi di Indonesia, cenderung nggak rasis. Bahkan penampilannya lebih gaya ketimbang di nagri. Kelompok yang lahir dari kaum pekerja itu masih banyak yang antiras.</p>
<p style="text-align:left;">Ada juga yang namanya skinheads politik. Kelompok ini menurut Ricky lebih banyak terlibat ama dunia politik di Indonesia, bahkan sering ikut aksi ama PRD. Maklum karena mereka punya prinsip yang sama di bidang politik. “Mereka ikut karena paham masa depannya sejalan dengan PRD,” tambah Ricky.</p>
<p style="text-align:left;">Yang menarik, ada kelompok yang menamakan dirinya straight edge. Bukan seperti punk yang lainnya, komunitas ini punya sikap yang lumayan “bersih” disbanding punk lain. Misalnya, mereka antirokok, anti-seks bebas, dan vegetarian. “Tapi disini nggak banyak,” kata Ricky.</p>
<p style="text-align:left;">Menurut Ricky, kalo nongkrong, nggak semua anak punk suka nge-drugs. “Tapi aku akuin, ada yang suka minum – minum. Tapi, kalo yang namanya junkies tinggalin deh! Anak punk udah nggak setuju ama yang namanya junkies,” tambah Oscar.</p>
<p style="text-align:left;">Uniknya, meski mereka setia ama prinsip dan aturan dalam komunitas, hampir dipastikan anak punk nmggak punya tokoh yang patut dijadikan panutan. Boleh jadi karena kebersamaan. Jadi kalo pun dianggap idola biasanya mereka menyebut Hitler. Tapi kebanyakan lebih suka menyebut nama band kayak Sex Pistols dan The Bussiness. Itu pun mereka kagum karena aliran musiknya yang menurut mereka keren punya.</p>
<p style="text-align:left;">“Namanya equality, jadi semuanya sama. Nggak pake pimpinan segala,” jelas Ricky.</p>
<p style="text-align:left;">PUNK : Do It Yourself dan Anti Kemapanan</p>
<p style="text-align:left;">Punk sebagai jenis musik, masuk ke tanah air pada tahun 1980-an, bersamaan dengan kegandrungan anak-anak muda pada grup band politis asal Inggris, Sex Pistol. Awal tahun 1990-an, beberapa anak muda di Bandung kemudian mencoba mengartikulasi budaya impor itu dengan berdandan punk: rambut berdiri (mohawk) yang dilengkapi berbagai asesoris khasnya.</p>
<p style="text-align:left;">Agak unik ngobrol dengan komunitas ini. Mereka punya sikap tegas dan berani berbeda secara prinsip. “Menurut gue, punk itu mengembalikan kontrol atas diri loe sendiri. Do it Yourself dan anti kemapanan,” terang Ika, yang juga kerap disebut Peniti Pink, salah satu anggota komunitas punk di Jakarta. Dalam kacamata Ika, punk lebih kepada persoalan melawan, bukan memberontak. “Kami melawan ketidakadilan, melawan dari tekanan, bukan memberontak tapi melawan. Anti kemapanan dalam arti menolak segala sesuatu yang sudah jadi status quo,” tegas cewek yang dikontak via email itu.</p>
<p style="text-align:left;">Sebagai seorang perempuan, Ika tidak merasakan adanya perbedaan perlakuaan antara punkers cewek dan cowok. “Dalam skala besar, keterwakilan punker cewek memang tidak sebesar yang cowok. Tapi sekarang sudah lumayan menonjol dan punya pengaruh juga,” tambah Ika. Menurut Ika yang kerap menulis soal punk dan perempuan, punk mampu melihat perempuan dengan lebih adil dan fair dibanding mainstream.</p>
<p style="text-align:left;">Soal tudingan komunitas punk banyak mengumbar kata-kata provokatif, Ika menolaknya. “Tidak juga. Organ-organ politik dan agama di Indonesia, kayaknya malah lebih provokatif deh,” kilahnya. Tapi Ika tidak menolak jika punk juga menjadi bagian dari gaya hidup. “Punk juga bisa jadi fesyen, musik, atau apapun yang gue rasa punk bisa masuk ke dalamnya,” tandasnya Ika lagi. Tapi percaya atau tidak, Ika mengaku tidak berharap apa-apa dari scene punk di Indonesia. “Tidak ada yang gue harapkan,” tegasnya.</p>
<p style="text-align:left;">Perkembangan scene punk &#8211;komunitas, gerakan, musik, fanzine, dan lainnya&#8211; paling optimal adalah di Bandung, disusul Malang, Yogyakarta, Jabotabek, Semarang, Surabaya, dan Bali. Parameternya adalah kuantitas dan kualitas aktivitas: bermusik, pembuatan fanzine (publikasi internal), movement (gerakan), distro kolektif, hingga pembuatan situs.</p>
<p style="text-align:left;">Meski demikian, secara keseluruhan, punk di Indonesia termasuk marak. Profane Existence, sebuah fanzine asal Amerika menulis negara dengan perkembangan punk yang menempati peringkat teratas di muka Bumi adalah Indonesia dan Bulgaria. Bahwa `Himsa`, band punk asal Amerika sampai dibuat berdecak kagum menyaksikan antusiasme konser punk di Bandung.</p>
<p style="text-align:left;">Di Inggris dan Amerika &#8211;dua negara yang disebut sebagai asal wabah punk, konser punk hanya dihadiri tak lebih seratus orang. Sedangkan di sini, konser punk bisa dihadiri ribuan orang.</p>
<p style="text-align:left;">Mereka kadang reaktif terhadap publikasi pers karena khawatir diekploitasi. Pers sebagai industri, mereka anggap merupakan salah satu mesin kapitalis. Mereka memilih publikasi kegiatan, konser, hingga diskusi ide-ide lewat fanzine.</p>
<p style="text-align:left;">Punk not DEAD!!!</p>
<p style="text-align:left;">Komunitas yang satu ini memang sangat berbeda sendiri dibandingkan dengan komunitas pada umumnya. Banyak orang yang menilai bahwa komunitas yang satu ini termasuk salah satu komuitas yang urakan, berandalan dan sebagainya. Namun jika dicermati lebih dalam banyak sekali yang menarik yang dapat Anda lihat di komunitas ini. Punk sendiri terbagi menjadi beberapa komunitas-komunitas yang memiliki ciri khas tersendiri, terkadang antara komunitas yang satu dengan komunitas yang lain juga sering terlibat masalah. Walaupun begitu mungkin beberapa komunitas Punk di bawah ini dapat mempengaruhi kehidupan Anda sehari-hari.</p>
<p style="text-align:left;">Punk Community</p>
<p style="text-align:left;">Anarcho Punk<br />
Komunitas Punk yang satu ini memang termasuk salah satu komunitas yang sangat keras. Bisa dibilang mereka sangat menutup diri dengan orang-orang lainnya, kekerasan nampaknya memang sudah menjadi bagiandari kehidupan mereka. Tidak jarang mereka juga terlibat bentrokan dengan sesama komunitas Punk yang lainnya.<br />
Anarcho Punk juga sangat idealis dengan ideologi yang mereka anut. Ideologi yang mereka anut diantaranya, Anti Authoritarianism dan Anti Capitalist.Crass, Conflict, Flux Of Pink Indians merupakan sebagian band yang berasal dari Anarcho Punk.</p>
<p style="text-align:left;">Crust Punk<br />
Jika Anda berpikir bahwa Anarcho Punk merupakan komunitas Punk yang sangat brutal, maka Anda harus menyimak yang satu ini. Crust Punk sendiri sudah diklaim oleh para komunitas Punk yang lainnya sebagai komunitas Punk yang paling brutal. Para penganut dari faham ini biasa disebut dengan Crusties. Para Crusties tersebut sering melakukan berbagai macam pemberontakan dalam kehidupan mereka sehari-hari.<br />
Musik yang mereka mainkan merupakan penggabungan dari musik Anarcho Punk dengan Heavy Metal. Para Crusties tersebut merupakan orang-orang yang anti sosial, mereka hanya mau bersosialisasi dengan sesama Crusties saja.</p>
<p style="text-align:left;">Glam Punk<br />
Para anggota dari komunitas ini merupakan para seniman. Apa yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari sering mereka tuangkan sendiri dalam berbagai macam karya seni. Mereka benar-benar sangat menjauhi perselisihan dengan sesama komunitas atau pun dengan orang-orang lainnya.</p>
<p style="text-align:left;">Hard Core Punk<br />
Hard Core Punk mulai berkembang pada tahun 1980an di Amerika Serikat bagian utara. Musik dengan nuansa Punk Rock dengan beat-beat yang cepat menjadi musik wajib mereka. Jiwa pemberontakan juga sangat kental dalam kehidupan mereka sehari-hari, terkadang sesama anggota pun mereka sering bermasalah.</p>
<p style="text-align:left;">Nazi Punk<br />
Dari sekian banyaknya komunitas Punk, mungkin Nazi Punk ini merupakan sebuah komunitas yang benar-benar masih murni. Faham Nazi benar-benar kental mengalir di jiwa para anggotanya. Nazi Punk ini sendiri mulai berkembang di Inggris pada tahun 1970an akhir dan dengan sangat cepat menyebar ke Amerika Serikat. Untuk musiknya sendiri, mereka menamakannya Rock Against Communism dan Hate Core.</p>
<p style="text-align:left;">The Oi<br />
The Oi atau Street Punk ini biasanya terdiri dari para Hooligan yang sering membuat keonaran dimana-mana, terlebih lagi di setiap pertandingan sepak bola. Para anggotanya sendiri biasa disebut dengan nama Skinheads. Para Skinheads ini sendiri menganut prinsip kerja keras itu wajib, jadi walaupun sering membuat kerusuhan mereka juga masih memikirkan kelangsungan hidup mereka. Untuk urusan bermusik, para Skinheads ini lebih berani mengekspresikan musiknya tersebut dibandingakan dengan komunitas-komunitas Punk yang lainnya. Para Skinheads ini sendiri sering bermasalah dengan Anarcho Punk dan Crust Punk.</p>
<p style="text-align:left;">Queer Core<br />
Komunitas Punk yang satu ini memang sangat aneh, anggotanya sendiri terdiri dari orang-orang “sakit”, yaitu para lesbian, homoseksual, biseksual dan para transexual. Walaupun terdiri dari orang-orang “sakit”, namun komunitas ini bisa menjadi bahaya jika ada yang berani mengganggu mereka. Dalam kehidupan, anggota dari komunitas ini jauh lebih tertutup dibandingkan dengan komunitas-komunitas Punk yang lainnya. Queer Core ini sendiri merupakan hasil perpecahan dari Hard Core Punk pada tahun 1985.</p>
<p style="text-align:left;">Riot Grrrl<br />
Riot Grrrl ini mulai terbentuk pada tahun 1991, anggotanya ialah para wanita yang keluar dari Hard Core Punk. Anggota ini sendiri juga tidak mau bergaul selain dengan wanita. Biasanya para anggotanya sendiri berasal dari Seattle, Olympia dan Washington DC.</p>
<p style="text-align:left;">Scum Punk<br />
Jika Anda tertarik dengan Punk, mungkin ini salah satu komunitas yang layak untuk diikuti. Scum Punk menamakan anggotanya dengan sebutan Straight Edge Scene. Mereka benar-benar mengutamakan kenyamanan, kebersihan, kebaikan moral dan kesehatan. Banyak anggota dari Scum Punk yang sama sekali tidak mengkonsumsi zat-zat yang dapat merusak tubuh mereka sendiri.</p>
<p style="text-align:left;">The Skate Punk<br />
Skate Punk memang masih erat hubungannya dengan Hard Core Punk dalam bermusik. Komunitas ini berkembang pesat di daerah Venice Beach California. Para anggota komunitas ini biasanya sangat mencintai skate board dan surfing.</p>
<p style="text-align:left;">Ska Punk<br />
Ska Pun merupakan sebuah penggabungan yang sangat menarik antara Punk dengan musik asal Jamaica yang biasa disebut reggae. Mereka juga memiliki jenis tarian tersendiri yang biasa mereka sebut dengan Skanking atau Pogo, tarian enerjik ini sangat sesuai dengan musik dari Ska Punk yang memilikibeat-beat yang sangat cepat.</p>
<p style="text-align:left;">Punk Fashion<br />
Para Punkers biasanya memiliki cara berpakaian yang sangat menarik, bahkan tidak sedikit masyarakat yang bukan Punkers meniru dandanan mereka ini. Terkadang gaya para Punkers ini juga digabungkan dengan gaya berbusana saat ini yang akhirnya malah merusak citra dari para Punkers itu sendiri. Untuk pakaiannya sendiri, jaket kulit dan celana kulit menjadi salah satu andalan mereka, namun ada juga Punkers yang menggunakan celana jeans yang sangat ketat dan dipadukan dengan kaos-kaos yang bertuliskan nama-nama band mereka atau kritikan terhadap pemerintah. Untuk rambut biasanya gaya spike atau mohawk menjadi andalan mereka. Untuk gaya rambut ini banyak orangorang biasa yang mengikutinya karena memang sangat menarik, namun terkadang malah menimbulkan kesan tanggung. Body piercing, rantai dan gelang spike menjadi salah satu yang wajib mereka kenakan. Untuk sepatu, selain boots tinggi, para Punkers juga biasa menggunakan sneakers namun hanya sneakers dari Converse yang mereka kenakan.</p>
<p style="text-align:left;">Gaya para punkers tersebut nampaknya semakin marak dikenakan akhir-akhir ini, jika begitu mungkin Anda setuju dengan ungkapan PUNK NOT DEAD.!!</p>
<p style="text-align:left;">Sumber : Blog Anak PUNK</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahdejoe.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahdejoe.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahdejoe.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahdejoe.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahdejoe.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahdejoe.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahdejoe.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahdejoe.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahdejoe.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahdejoe.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahdejoe.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahdejoe.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahdejoe.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahdejoe.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahdejoe.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahdejoe.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahdejoe.wordpress.com&amp;blog=4711757&amp;post=3&amp;subd=rahdejoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahdejoe.wordpress.com/2008/09/03/kisah-anak-punk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ce5b1a62c29c3a8a395af4a33213addd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahdejoe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rahdejoe.files.wordpress.com/2008/09/punk.jpg?w=477" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://rahdejoe.wordpress.com/2008/09/03/hello-world/</link>
		<comments>http://rahdejoe.wordpress.com/2008/09/03/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 11:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahdejoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahdejoe.wordpress.com&amp;blog=4711757&amp;post=1&amp;subd=rahdejoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rahdejoe.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rahdejoe.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahdejoe.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahdejoe.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahdejoe.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahdejoe.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahdejoe.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahdejoe.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahdejoe.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahdejoe.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahdejoe.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahdejoe.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahdejoe.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahdejoe.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahdejoe.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahdejoe.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahdejoe.wordpress.com&amp;blog=4711757&amp;post=1&amp;subd=rahdejoe&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahdejoe.wordpress.com/2008/09/03/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ce5b1a62c29c3a8a395af4a33213addd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahdejoe</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
